<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6435882309479082343</id><updated>2012-02-16T10:11:01.412-08:00</updated><title type='text'>Teknologi dan Informasi</title><subtitle type='html'>Situs tentang informasi teknologi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://prabancono.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>rendy prabancono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16106258996904051252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6435882309479082343.post-2620663038634915698</id><published>2011-03-19T21:30:00.000-07:00</published><updated>2011-03-19T21:31:56.363-07:00</updated><title type='text'>Awal mula internet Indonesia</title><content type='html'>Awal mula internet Indonesia sepertinya belum  begitu lama, indoneia mengenal internet baru pada tahun 90an. Seperti yang di tuliskan wiki mengenai sejarah internet indonesia, berikut kira-kira info dari wiki : Sejarah internet Indonesia dimulai pada awal tahun 1990-an. Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet. Dalam sejarah internet indonesia ada beberapa point yang musti kita ketahui di antaranya adalah: awal internet indonesia, Internet Service Provider Indonesia, Cuplikan Perjuangan dan Pengguna Awal Internet di indonesia berikut uraiannya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal internet indonesia, Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet Service Provider Indonesia, Di sekitar tahun 1994 mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet &amp; masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekat barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Akses awal di IndoNet mula-mula memakai mode teks dengan shell account, browser lynx dan email client pine pada server AIX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, maka pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP). Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu &amp; lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti warta-e-commerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com, e-commerce@itb.ac.id &amp; i2bc@egroups.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuplikan Perjuangan IT, Cuplikan dan catatan sejarah perjuangan Internet Indonesia dapat di baca di WikiBook Sejarah Internet Indonesia di dalam internet kita dapat menemukan banyak sekali hal-hal yang bermanfaat seperti info-info tentang pelajaran dan lain sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengguna Awal Internet di indonesia, Pengguna Awal Internet Lewat CIX dan Compuserve Sejak 1988, CIX (Inggris) menawarkan jasa E-mail dan Newsgroup. Belakangan menawarkan jasa akses HTTP dan FTP. Beberapa pengguna Internet memakai modem 1200 bps dan saluran telpon Internasional yang sangat mahal untuk mengakses Internet. Sejak 1989 Compuserve (AS) juga menawarkan jasa E-mail dan belakangan Newsgroup, HTTP/FTP. Beberapa pengguna Compuserve memakai modem yang dihubungkan dengan Gateway Infonet yang terletak di Jakarta. Biaya akses Compuserve masih mahal, tetapi jauh lebih murah dari CIX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;daftar pustaka / dikutip dari :&lt;br /&gt;awalmula.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6435882309479082343-2620663038634915698?l=prabancono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabancono.blogspot.com/feeds/2620663038634915698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2011/03/awal-mula-internet-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/2620663038634915698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/2620663038634915698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2011/03/awal-mula-internet-indonesia.html' title='Awal mula internet Indonesia'/><author><name>rendy prabancono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16106258996904051252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6435882309479082343.post-3187607839389147644</id><published>2011-03-16T08:37:00.000-07:00</published><updated>2011-03-16T08:39:44.504-07:00</updated><title type='text'>membangun isp</title><content type='html'>Masalah mendasar di daerah adalah keterbatasan infrastruktur, terutama untuk akses Internet yang memadai. Ada akses Telkomnet Instan di sekitar 240 kota namun tentu saja ini tidak layak untuk akses massal. Produk ini positioningnya untuk akses personal sehingga kapasitasnya sangat terbatas.&lt;br /&gt;Banyak warnet di daerah menggunakan layanan Telkomnet Instan karena tidak ada pilihan. Banyak kelemahan, antara lain tak bisa digunakan untuk akses banyak komputer sekaligus, tak ada IP Address publik digunakan untuk service yang diperlukan misalnya mail server atau web server. Akibatnya dengan demikian layanan tidak bisa berkembang atau dengan kata lain bisnis menjadi tidak maju, stagnan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang dibutuhkan warnet, pemda dan lembaga pendidikan biasanya adalah akses massal yang memerlukan kapasitas besar. Kalaupun ada koneksi 24 jam dedicated di daerah, umumnya juga terbatas kapasitasnya. Sehingga seringkali tidak mencukupi kebutuhan serta mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akses ISP Lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan Lintas Langit Nusantara melengkapi kebutuhan kapasitas dan melakukan reduksi biaya akses Internet pada daerah yang telah ada koneksi dedicated namun rendah kualitas dan terbatas kapasitasnya. Terutama untuk akses DVB Downstream only yang paling ekonomis biaya investasinya. Layanan DVB ini memerlukan akses dedicated ke ISP lokal di lokasi calon pelanggan, sebagai akses upstream dan IIX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga untuk calon pelanggan di daerah, harus diupayakan terlebih dahulu untuk menyediakan akses dedicated dari ISP lokal setempat. Alternatif pertama adalah menggunakan layanan wireless dedicated dari Indosat Mega Media atau Indo Internet atau LC Frame Relay Lintas Arta. Bila layanan dari ketiga ISP tersebut tidak tersedia di lokasi, maka pilihan kedua adalah LC dari Astinet Telkom. Alternatif lain adalah koneksi wireless Wasantara Net (WNet).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari ISP yang disebutkan di atas, ada kemungkinan ISP lain bisa memberikan layanan yang akan dibutuhkan oleh calon pelanggan. Karena saat ini cukup banyak ISP Lokal yang berdiri sendiri di daerah dan mungkin bisa bekerja sama. Keterangan lengkap bisa ditanyakan kepada ISP tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ISP lokal yang ada belum bisa menyediakan akses wireless, mungkin karena belum menguasai, maka Lintas Langit Nusantara bisa membantu dan memasang sendiri peralatan WLAN. Yang diperlukan adalah ijin akses dan penempatan peralatan di lokasi ISP lokal bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca lebih lanjut Daftar ISP Lokal di daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi Akses ISP Lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akses dari ISP lokal memerlukan biaya investasi tersendiri. Komponennya adalah pengadaan perangkat akses. Ada tiga pilihan yaitu Leased Line (LC – Leased Channel) , Frame Relay dan Wireless LAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat LC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sepasang modem baseband (second hand) sekitar 6 juta rupiah (one time)&lt;br /&gt;2. Router Cisco 2500 series (second hand) sekitar 4 juta rupiah (one time)&lt;br /&gt;3. Registrasi LC Telkom dan biaya instalasi 2 juta rupiah (one time)&lt;br /&gt;4. Akses Internet Astinet 64 kbps sekitar 5 – 9 juta rupiah per bulan&lt;br /&gt;5. Sewa link LC Telkom sekitar 1.5 juta rupiah per bulan&lt;br /&gt;6. Kapasitas hingga 256 kbps&lt;br /&gt;7. Total investasi 12 juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : Alternatif pengadaan perangkat akses adalah sewa, tarif sewa bervariasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat Frame Relay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sepasang modem Frame Relay (second hand) sekitar 6 juta rupiah (one time)&lt;br /&gt;2. Router Cisco 2500 series (second hand) sekitar 4 juta rupiah (one time)&lt;br /&gt;3. Registrasi Frame Relay Lintas Arta dan biaya instalasi 2 juta rupiah (one time)&lt;br /&gt;4. Akses Internet Lintas Arta 64 kbps sekitar 7 – 9 juta rupiah per bulan&lt;br /&gt;5. Kapasitas hingga 2 Mbps&lt;br /&gt;6. Total investasi 12 juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : Alternatif pengadaan perangkat akses adalah sewa, tarif sewa bervariasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat Wireless LAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sepasang Wireless LAN point to point sekitar $ 900 termasuk instalasi (one time)&lt;br /&gt;2. Tower triangle 32 meter sekitar 7 juta rupiah atau per meter 200 ribu rupiah (one time)&lt;br /&gt;3. Akomodasi dan transportasi tower sekitar 1 – 2 juta rupiah (Pulau Jawa)&lt;br /&gt;4. Biaya sewa lokasi di ISP Lokal, tarif bervariasi&lt;br /&gt;5. Kapasitas hingga 1 Mbps&lt;br /&gt;6. Total investasi 18 juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : Khusus untuk perangkat akses Wireless LAN local loop (point to point) Indosat Mega Media adalah sewa, tarif 2 – 4 juta rupiah per link per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akses Internet dedicated dari ISP lokal tersebut kemudian akan digabungkan dengan layanan akses DVB One Way (Downstream Only) dari Lintas Langit Nusantara untuk mempercepat dan meningkatkan saluran Internet ke Internasional. Akses Internet dari ISP lokal (Astinet atau WNet) akan digunakan sebagai saluran request (upstream) dan ke IIX (Indonesia Internet Exchange).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dengan demikian, akan terjadi efisieni akses karena terpisah mana yang jalur Internasional dan mana lokal IIX. Sehingga maksimalisasi akan terjadi di kedua sisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif Layanan DVB One Way (Downstream Only)&lt;br /&gt;(Kombinasi Dengan Akses Internet dari ISP Lokal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koneksi DVB downstream tujuannya adalah memaksimalkan kapasitas dan kualitas akses untuk kedua sisi link, yaitu ke isp lokal (IIX dan request internasional) dan downstream dari internasional. Pada kondisi calon pelanggan hanya menggunakan link dari isp lokal, misalnya 128 kbps, maka kapasitas saluran itu pada dasarnya akan digunakan untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. upstream ke IIX&lt;br /&gt;2. downstream dari IIX&lt;br /&gt;3. upstream ke internasional&lt;br /&gt;4. downstream dari internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOCAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kombinasi downstream DVB, maka akan terjadi efisiensi untuk link isp lokal terutama ke IIX :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. upstream ke IIX&lt;br /&gt;2. downstream dari IIX&lt;br /&gt;3. upstream ke internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOCAL DVB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efisiensi downstream dari internasional akan sepenuhnya menggunakan link dari akses DVB. Umumnya karakteristik penggunaan internet di Indonesia sebagian besar adalah untuk download data dari saluran internasional. Kebutuhan kapasitasnya mencapai 4 kali lipat dari akses ke IIX (domestik, lokal Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapasitas upstream / request internasional yang melalui link isp lokal kebutuhannya tidak terlalu besar, sekitar 1/8 kapasitas downstream. Jadi kalau downstream internasional dengan DVB kapasitasnya 256 kbps akan membutuhkan kapasitas upstream sekitar 32 kbps di link isp lokal. Akan lebih baik bila rasio dinaikkan sampai 1/4 kapasitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dialihkannya akses internasional ke DVB, maka link ISP lokal akan dapat dimaksimalkan untuk akses IIX termasuk games online yang saat ini sedang marak. Dengan kata lain, akses games online ke IIX akan lebih leluasa sementara akses internasional juga tidak terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Silahkan baca keterangan mengenai layanan akses DVB One Way (Downstream Only)&lt;br /&gt;2. Untuk informasi pertanyaan umum yang sering diajukan oleh calon pelanggan, silahkan baca FAQ&lt;br /&gt;3. Untuk informasi mengenai standar dan teknologi akses bisa dibaca di bagian knowledge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat Akses DVB One Way (Downstream Only)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Antena parabola mesh (jaring laba2) biasa ukuran 12 feet, harga sekitar 2.5 juta rupiah (one time)&lt;br /&gt;2. Low Noise Blocker (LNB) 15 Kelvin, merk lokal harga sekitar 250 – 300 ribu rupiah (one time)&lt;br /&gt;3. Jasa pemasangan dan alignment (pointing) ke satelit Agila-2 dari teknisi Toko Parabola setempat&lt;br /&gt;4. PC refurbish (Router DVB) harga sekitar 2 juta rupiah (one time)&lt;br /&gt;5. DVB Card PCI harga sekitar $ 250 (one time)&lt;br /&gt;6. Kapasitas hingga 3 Mbps&lt;br /&gt;7. Total investasi 7 juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Distribusi Domestik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infrastruktur yang digunakan untuk distribusi domestik dari NOC ISP ke lokasi pelanggan menggunakan teknologi WLAN. Coverage area bisa mencapai radius 4 – 6 km dengan antena omnidirectional 24 dbi, Access Point dan tower minimal 32 m di titik NOC. Investasi distribusi domestik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 1 Access Point ($ 750 – one time), melayani 16 sampai 32 outstation, tergantung alokasi kapasitas&lt;br /&gt;2. 1 Omnidirectional Antenna 15 dbi ($ 350 – one time), dengan lightning arrester&lt;br /&gt;3. Tower triangle 32 meter sekitar 7 juta rupiah atau per meter 200 ribu rupiah (one time)&lt;br /&gt;4. Akomodasi dan transportasi tower sekitar 1 – 2 juta rupiah (Pulau Jawa)&lt;br /&gt;5. Biaya variable meliputi kabel ethernet (UTP), kabel power (listrik) dan box radio&lt;br /&gt;6. Troughput WLAN 802.11b maximum sekitar 1 Mbps untuk aplikasi outdoor&lt;br /&gt;7. Total investasi 20 juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan biaya investasi CPE (Client Premise Equipment) untuk setiap titik lokasi outstation berkisar antara $ 400 – $ 500. Tidak termasuk Biaya variable tergantung kondisi instalasi meliputi kabel ethernet (UTP), kabel power (listrik) dan box kandang monyet untuk radio dan tower atau pipa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi Kantor dan Network Operation Center (NOC)&lt;br /&gt;(Asumsi Gedung / Kantor Milik Sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 5 PC Server (Web, DNS, Router, Mail, Proxy), sekitar 20 juta rupiah&lt;br /&gt;2. 2 KVM Switch, 5 UPS untuk Server, 1 UPS untuk wireless 5 juta rupiah&lt;br /&gt;3. 1 Manageable Switch 16 atau 24 port, refurbish, sekitar 5 juta rupiah&lt;br /&gt;4. 1 Office Switch 16 port dan 1 Workshop Switch 5 port, sekitar 4 juta rupiah&lt;br /&gt;5. Stabilizer, grounding listrik, surge protector, sekitar 5 juta rupiah&lt;br /&gt;6. 5 PC Office Desktop dan 2 PC Workshop, sekitar 21 juta rupiah&lt;br /&gt;7. Network, WLAN dan Working Tool Kit, sekitar 5 juta rupiah&lt;br /&gt;8. 2 AC dan Office Furniture, sekitar 10 juta rupiah&lt;br /&gt;9. Total Investasi 75 juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : Asumsi menggunakan Operating System dan Software/Utility Open Source.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Produksi dan Harga Jual Layanan&lt;br /&gt;(Perhitungan Sederhana Asumsi Maksimal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandwidth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Asumsi kapasitas 128 kbps upstream ke ISP lokal, sekitar 12 juta rupiah per bulan&lt;br /&gt;2. Asumsi kapasitas downstream DVB 512 kbps, sekitar $ 1.270 (12 juta rupiah) per bulan&lt;br /&gt;3. Biaya registrasi dan deposit untuk 512 kbps downstream, sekitar $ 900 (one time)&lt;br /&gt;4. Total biaya akses sekitar 24 juta rupiah per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Manajer, sekitar 2 juta rupiah per bulan&lt;br /&gt;2. Administrasi, sekitar 1 juta rupiah per bulan&lt;br /&gt;3. Network Administrator, sekitar 1 juta rupiah per bulan&lt;br /&gt;4. 2 orang Teknisi lapangan, sekitar 1.5 juta rupiah per bulan&lt;br /&gt;5. 1 orang Marketing, sekitar 1 juta rupiah per bulan&lt;br /&gt;6. Listrik, ATK, telepon dan lain-lain, sekitar 1.5 juta rupiah per bulan&lt;br /&gt;7. Total operasional 8 juta rupiah per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka total biaya produksi sebuah ISP di daerah adalah sekitar 32 juta rupiah per bulan dengan kapasitas terpasang 128 kbps upstream dan 512 kbps downstream.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyeksi Pendapatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapasitas 128 kbps upstream dan 512 kbps downstream bisa dipergunakan untuk akses bersama 128 unit pc workstation dengan standar kualitas normal setara dial up sekitar 4 kbps. Bila digunakan untuk warnet, akses tersebut dapat dibagi lagi ke 8 warnet @ 64 kbps/16 pc atau 16 warnet @ 32 kbps/8 pc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISP umumnya memberi tarif 3 juta rupiah per bulan untuk kapasitas 32 kbps dan 5 juta rupiah per bulan untuk kapasitas 64 kbps. Maka proyeksi pendapatan adalah sebesar 8 warnet x 5 juta rupiah = 40 juta rupiah per bulan atau 16 warnet x 3 juta rupiah = 48 juta rupiah per bulan. Maka keuntungan kotor (gross) sebelum pajak dan pengembalian investasi akan mencapai 8 – 16 juta rupiah per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personal dan RT/RW Net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memaksimalkan kemampuan traffic manajemen, sebuah ISP di daerah bisa melakukan rasio akses berdasarkan alokasi idle capacity pelanggan dedicated (warnet, sekolah, perusahaan dll) untuk kemudian dialokasikan pada akses personal dan RT/RW Net. Karakteristik pengguna Internet rumahan adalah intermittent – on demand, tidak bersamaan dan tidak terus menerus. Sehingga ini bisa dilakukan sharing ratio, dikombinasi dengan idle capacity yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idle capacity untuk kapasitas akses seperti diasumsikan di atas bisa mencapai 16 – 32 kbps usptream dan 64 – 128 kbps downstream. Kapasitas ini bisa dialokasikan antara 8 hingga 16 pelanggan personal RT/RW Net. Baik yang dilayani menggunakan kabel ethernet di sekitar lokasi BTS atau NOC ISP maupun akses melalui short range WLAN Outdoor. Misalnya untuk jarak 500 m hingga 1 km bisa menggunakan antena kaleng susu. Dengan demikian biaya CPE bisa ditekan hingga sekitar $ 200 saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya ISP memberikan tarif 300 ribu rupiah per bulan untuk akses personal dedicated RT/RW Net. Sehingga potensi mendapatkan proyeksi pendapatan sebesar 8 x 300 ribu rupiah = 2.4 juta rupiah atau 16 x 300 ribu rupiah = 4.8 juta rupiah sebagai tambahan. Dengan harga 300 ribu rupiah, pelanggan akses personal dedicated RT/RW Net akan mendapatkan kapasitas akses lebih baik dari dial up (4 – 8 kbps) flat 24/7. Meskipun demikian, profil calon pelanggan yang akan tertarik dengan akses personal ini adalah mereka yang terbiasa menggunakan akses dial up di atas 30 jam per bulan dengan kemampuan atau daya beli yang cukup tinggi untuk investasi perangkat CPE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi segmen pasar yang sejenis dengan personal dedicated adalah Corporate SOHO (Small Office Home Office) yang membutuhkan akses Internet biaya tetap / flat untuk mendukung operasional kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik pengguna SOHO adalah akses maksimal (peak) pada jam kerja (work hours), ini bertolak belakang dengan pengguna personal rumahan yang melakukan akses maksimal setelah jam kerja atau after hours. Dalam hal potensi rasio sharing, maka antara pengguna SOHO dan personal rumahan dapat dikombinasikan, sehingga memungkinkan penambahan pendapatan bagi ISP di daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyeksi Pengembalian Modal / BEP&lt;br /&gt;(Asumsi Sebelum Pajak dan Jasa Setup ISP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rincian investasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. LC / Frame Relay / WLAN akses upstream ke ISP lokal, maksimal 20 juta rupiah&lt;br /&gt;2. Perangkat DVB One Way, termasuk instalasi, maksimal 7 juta rupiah&lt;br /&gt;3. Perangkat distribusi domestik, maksimal 20 juta rupiah (termasuk tower)&lt;br /&gt;4. Kantor dan NOC, maksimal 74 juta rupiah&lt;br /&gt;5. Registrasi dan deposit, maksimal 9 juta rupiah&lt;br /&gt;6. Total investasi, maksimal 130 juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan asumsi pendapatan kotor (gross) maksimal bisa mencapai sekitar 8 – 16 juta rupiah per bulan dengan penambahan dari segmen pasar personal hingga sekitar 5 juta rupiah. Maka per bulan akan di peroleh maksimal sekitar 20 juta rupiah. Teoritis, investasi 130 juta rupiah dibagi potensi pendapatan 20 juta rupiah per bulan akan menghasilkan tingkat pengembalian investasi dalam jangka waktu 7 bulan di luar grace period dsb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISP Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila penyelanggara ISP di daerah ini untuk kepentingan pendidikan/sekolah/kampus. Dengan asumsi penyelenggara akses tidak mengambil keuntungan, maka setiap sekolah akan menanggung iuran akses Internet sebesar 24 juta rupiah / 16 sekolah = 1.5 juta rupiah per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akses tersebut bisa dipergunakan untuk 16 sekolah sekaligus. Dengan asumsi penggunaan akses yang tidak excessive, maka tiap sekolah bisa menambah jumlah komputernya dari standar 8 unit pc menjadi 10 atau 12 pc. Tentu ada pengorbanan kualitas, namun tidak signifikan. Namun harus dilakukan pengaturan melalui proxy (cache engine) dan traffic limiter (QoS) di sisi penyelenggara (Network Operation Center) ISP Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu biaya operasional dan maintenance, selain mendapatkan subsidi dari anggaran oleh lembaga pendidikan, jaringan ini bisa dikombinasikan dengan layanan komersial. Kapasitas yang ada juga didistribusikan untuk melayani warnet/SOHO/RT/RW Net di sekitar lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan sangat sulit melakukan perhitungan ekonomi yang sustainable apabila suatu ISP beroperasi berbasis pasar dari dunia pendidikan saja. Tak dapat dihindari apabila ISP pendidikan juga harus punya orientasi komersial demi kelangsungan hidupnya sendiri. Hasil yang diperoleh bisa digunakan sebagai modal pengembangan, karena ISP pendidikan umumnya sulit mendapatkan komitmen reinvestment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengurangi keuntungan kotor dan operasional maksimal 32 juta rupiah per bulan, diperlukan sekitar 50 % komposisi alokasi kapasitas untuk layanan komersial. Dengan rasio berorientasi kuantitas, dapat dipenuhi standar harga yang dikehendaki oleh pasar pendidikan sekitar 1.5 juta. Angka tersebut adalah maksimal, dalam arti tidak dapat lebih rendah lagi dan jumlah maksimum institusi yang bisa dilayani adalah 8. 16 – 32 institusi dengan penambahan investasi BTS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lisensi ISP (Call Yahoo Messenger)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DVB RCS Access&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila tidak tersedia akses upstream dedicated dari ISP lokal, maka solusi satu-satunya adalah akses VSAT Two Way. Tentu saja biaya investasi masih cukup mahal. Solusi paling ekonomis adalah DVB RCS Linkstar. Investasi VSAT Equipmentnya paling rendah, $ 7000. Biaya bulanannya 128 kbps upstream dan 512 kbps down adalah $ 1920. Masih setara dengan perhitungan pertama tadi (DVB Downstream Only).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perlu menjadi catatan, akses DVB RCS ini adalah burstable atau sharing kapasitas dengan pengguna DVB RCS lainnya. Sehingga idealnya perhitungan kapasitas yang bisa diandalkan adalah sekitar 1/2 dari 128/512 tersebut pada saat peak (penuh). Meskipun demikian, Linkstar DVB RCS tetap merupakan pilihan paling rasional untuk daerah yang tidak tersedia infrastruktur akses upstream dedicated sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Silahkan pelajari lebih lanjut Layanan DVB RCS&lt;br /&gt;2. Rincian Perangkat Akses DVB RCS Linkstar&lt;br /&gt;3. Rincian Tarif Layanan DVB RCS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCPC Two Way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi ini adalah yang paling mahal dan terbaik, karena ditujukan untuk enterprise. Ada 2 pilihan yaitu kombinasi SCPC upstream dan DVB downstream :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SCPC upstream dan DVB downstream, harga peralatan sekitar $ 20,000&lt;br /&gt;2. Bulanan 128 kbps SCPC upstream $ 525 dan 512 kbps DVB downstream $ 1.270&lt;br /&gt;3. Kombinasi harga paling rendah dengan kualitas terbaik dari sistem SCPC dan DVB&lt;br /&gt;4. Silahkan pelajari lebih lanjut Layanan SCPC DVB IP&lt;br /&gt;5. Rincian Perangkat Akses SCPC DVB IP&lt;br /&gt;6. Rincian Tarif Layanan SCPC DVB IP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan kedua adalah akses Full Duplex SCPC, upstream dan downstream :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SCPC dua arah, harga peralatan sekitar $ 30,000&lt;br /&gt;2. Biaya bulanan 128 kbps SCPC upstream $ 525 dan 512 kbps SCPC downstream $ 1.870&lt;br /&gt;3. Solusi VSAT terbaik dari segi kualitas dan mendukung kapasitas simetrik hingga 8 Mbps&lt;br /&gt;4. Silahkan pelajari Layanan SCPC Hongkong Hongkong dan Layanan SCPC Hawaii&lt;br /&gt;5. Rincian Perangkat Akses Full Duplex SCPC&lt;br /&gt;6. Rincian Tarif Layanan SCPC Hongkong dan Tarif Layanan SCPC Hawaii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem SCPC biasanya dipilih karena ia sepenuhnya dedicated. Setiap nodes/titik akan menempati slot frekuensi yang berbeda di satelit sehingga sangat andal dari gangguan interferensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;daftar pustaka / refrensi:&lt;br /&gt;jsutrisno.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ket: untuk belajar dan berbagi ilmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6435882309479082343-3187607839389147644?l=prabancono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabancono.blogspot.com/feeds/3187607839389147644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2011/03/membangun-isp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/3187607839389147644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/3187607839389147644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2011/03/membangun-isp.html' title='membangun isp'/><author><name>rendy prabancono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16106258996904051252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6435882309479082343.post-7681510314065837548</id><published>2011-03-16T08:14:00.000-07:00</published><updated>2011-03-16T08:15:46.446-07:00</updated><title type='text'>Cara memilih ISP untuk kebutuhan</title><content type='html'>Memilih Internet Service Provider untuk pertama waktu dapat menakutkan untuk sedikitnya. Dengan berbagai perusahaan yang menawarkan berbagai barang murah dan bertindak, mengklaim bahwa mereka memiliki solusi terbaik untuk kebutuhan anda, dapat sangat mudah jatuh ke dalam perangkap penjualan pasar pidato dan gimmicks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Researching ke ISP juga dapat cukup rumit karena banyak situs forum dan informasi yang penuh dengan jargon dan komputer yang akan merancukan terminologi kebanyakan orang bahkan lebih. Yang terbaik adalah mulai untuk melihat apa yang Anda butuhkan sebelum mencari produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis dari ISP adalah rumah khusus dibuat untuk pengguna yang hanya ingin mengirim dan menerima email dan sesekali surfing the net. Lain adalah untuk lalu lintas tinggi berselancar, bertukar dan men-download musik, mp3 dan video melalui web. Keluar berapa hari Anda mungkin akan menjadi bersih dan untuk tujuan apa, sebelum melihat berbagai pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk beberapa nama yang umum dari ISP yang tersedia, anda bisa mendapatkan Dial-up, Broadband, kabel dan satelit. Dial-up adalah salah satu jenis ISP dan meskipun menggunakan cukup murah, juga cukup lambat. Jika Anda biasanya hanya melihat untuk men-download email Anda di malam hari, hal ini mungkin pilihan terbaik Anda. Satelit juga tidak diketahui persis untuk itu kecepatan tinggi kinerja tetapi mungkin satu-satunya pilihan untuk tinggi dari daerah pedesaan di mana tidak dapat menyediakan teknologi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Broadband menjadi salah satu pilihan yang lebih umum karena lebih cepat dan lebih efisien maka dial-up, tanpa biaya ekstra menambahkan satelit. Satu-satunya peralatan yang dibutuhkan untuk akses internet broadband adalah kartu jaringan atau koneksi Ethernet. Hari ini, semua komponen yang biasanya standar ketika membeli PC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADSL adalah salah satu yang lebih umum variasi Broadband untuk rumah pengguna. Memerlukan berbagai komponen yang mirip dengan dial-up, seperti darat, tetapi bekerja pada kecepatan yang lebih tinggi. Harga umumnya antara biaya kompetitif dari broadband dan pilihan yang lebih murah dari dial-up. Hal ini disebabkan oleh para pengguna untuk dapat memilih berapa gigabyte yang mereka inginkan untuk bulan. Kebanyakan penyedia layanan ADSL menawarkan beberapa account e-mail juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya perusahaan menawarkan berbagai transaksi untuk berbagai jenis penggunaan. Ada yang biasanya untuk usaha katering untuk kedua besar dan kecil, serta pilihan untuk homeowner. Masing-masing menawarkan berbagai pilihan jumlah download. Homeowners akan lebih cenderung menggunakan waktu kurang bersih maka pada bisnis, tetapi lebih banyak menghabiskan waktu akhir pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periksa untuk memastikan bahwa Anda memilih perusahaan yang memiliki sistem pendukung dan membantu pelanggan baris. Situasi terakhir akan di adalah memiliki batas waktu dan anda tidak dapat mengakses informasi yang diperlukan untuk karena internet dan wasting waktu Anda mencoba untuk mendapatkan melalui baik pada telepon, atau layanan mereka tunggu untuk datang ke agen putaran. Periksa dengan teman, keluarga dan rekan kerja pada pengalaman mereka dengan perusahaan-perusahaan ISP. Dedikasi dan keandalan adalah faktor yang paling penting saat mencari Perusahaan ISP yang tepat untuk kebutuhan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;daftar pustaka / referensi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.johns-company.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6435882309479082343-7681510314065837548?l=prabancono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabancono.blogspot.com/feeds/7681510314065837548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2011/03/cara-memilih-isp-untuk-kebutuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/7681510314065837548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/7681510314065837548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2011/03/cara-memilih-isp-untuk-kebutuhan.html' title='Cara memilih ISP untuk kebutuhan'/><author><name>rendy prabancono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16106258996904051252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6435882309479082343.post-9159244077813206059</id><published>2011-03-16T08:06:00.000-07:00</published><updated>2011-03-16T08:08:38.869-07:00</updated><title type='text'>Jaringan ISP</title><content type='html'>Jaringan Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem jaringan internet lewat televisi kabel dilakukan dengan cara menyambungkan televisi dengan kabel, disebut juga dengan internet kabel. Sistem jaringan internet tersebut masih berkembang di kota-kota besar. Anda juga bisa menghubungkan sistem jaringan internet lewat telepon rumah atau hand phone. Akses internet dengan menggunakan telepon disebut koneksi dial-up.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 4 aktivitas penting yang dapat ditangani oleh sistem jaringan internet:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Sistem pembelajaran jarak jauh atau e-learning. Cara ini mampu mengakses dunia jarak jauh, misalnya sekolah jarak jauh.&lt;br /&gt;   2. Sistem telepon dengan biaya murah.&lt;br /&gt;   3. Pencarian lowongan kerja di mana-mana.&lt;br /&gt;   4. Transfer uang untuk akan kuliah, dan lain-lain.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya sistem jaringan internet dilakukan melalu ISP (Internet Service Provider), sebuah perusahaan yang melayani koneksi internet. Contoh ISP di Indonesia: INDO.NET, IndosatNET, serta Wasantara Net.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal Alamat IP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet merupakan jaringan maha raksasa di dunia ini yang semakin hari semakin berkembang pesat, berikut manfaat-manfaatnya. Mungkin di hari nanti semua transaksi hanya dilakukan lewat internet, seperti beli buku, beli sabun, beli baju, beli mobil, dan semuanya yang manusia butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet Protocol (IP) bersifat sangat unik. Memecahkan masalah dengan memberitakan alamat IP untuk mendapatkan identifikasi informasi yang menjadi sangat mudah. IP sebagai protocol yang terpenting memiliki nama domain yang mahal. Contoh nama domain, yaitu com, co. id, ac.id, net, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web Portal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web portal atau portal adalah suatu situs Web yang memiliki fitur seperti direktori, mesin pencari, e-mail, atau grup diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FTP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatan dari File Transfer Protocol merupakan suatu protocol untuk melakukan transfer berkas. Contohnya: Klien dapat mengirim berkas ke server FTP atau mengambil berkas dari server FTP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun Halaman Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi Web sangat mendominasi dalam dunia internet. HTML dibuat dengan menggunakan perangkat lunak pembangkit kode-kode HTML. Biasanya landasan aplikasi ini adalah HTML. Para pemakai Microsoft Windows memakai Microsoft Font Page untuk membuat halaman-halaman Web.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6435882309479082343-9159244077813206059?l=prabancono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabancono.blogspot.com/feeds/9159244077813206059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2011/03/jaringan-isp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/9159244077813206059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/9159244077813206059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2011/03/jaringan-isp.html' title='Jaringan ISP'/><author><name>rendy prabancono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16106258996904051252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6435882309479082343.post-7522941820970004172</id><published>2009-12-27T05:05:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T05:12:34.312-08:00</updated><title type='text'>strategi dalam komputer untuk masyarakat</title><content type='html'>STRATEGI MEMASYARAKATKAN KOMPUTER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pemakaian komputer di Indonesia pada umumnya masih berkisar sebagai alat bantu dalam merepresentasikan informasi. Berawal dari keadaan ini, pengembangan perlu dilakukan berpegang pada hipotesa bahwa komputer hanyalah alat bantu untuk merepresentasikan informasi. Hambatan utama yang ada umumnya hanya karena masalah masalah "tak kenal maka tak sayang". Hal ini menimbulkan berbagai hal seperti buta komputer, perasaan takut pada komputer dsb. Proses pengenalan tentunya memakan waktu dan perlu dilakukan secara bertahap. Apalagi untuk tingkat sekolah dasar dan menengah, prinsip belajar sambil bermain yang merangsang untuk berani mengambil resiko perlu diterapkan. Hal hal ini diharapkan menimbulkan kesadaran akan keterbatasan dan kemampuan komputer, cara pemanfaatan komputer sebaik mungkin.&lt;br /&gt;      Langkah yang umum dilakukan di lembaga pendidikan komputer yang ada di Indonesia sering menitikberatan pada jumlah materi yang diberikan tanpa penekanan pada pemahaman proses dan peningkatan cara berfikir. Orang sering berfikir bahwa semakin banyak bahasa komputer yang diajarkan semakin baik. Keadaan semakin memburuk dengan banyaknya orang yang mengikuti kursus komputer hanya untuk mengejar sertifikat untuk mencari pekerjaan. Kemauan untuk mengembangkan diri, berani belajar dan mengambil resiko tidak terlalu ditekankan.&lt;br /&gt;      Permasalahan diatas menunjukan betapa pentingnya pemahaman konsep bekerja dengan menggunakan komputer dan peningkatan cara berfikir. Ada beberapa langkah umum yang dapat ditempuh agar seseorang dapat bekerja semaksimal mungkin dengan menggunakan komputer. Bertolak dari pemahaman bahwa komputer merupakan alat bantu untuk mempresentasikan informasi. Beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk memasyarakatkan komputer adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Tahap awal adalah memahami pengoperasian komputer. Disini diperkernalkan berbagai konsep tentang komputer mulai dari istilah, perintah, cara kerja, konfigurasi yang digunakan. Hal ini dapat dilakukan sedini mungkin sejak sekolah dasar atau sekolah menengah pertama. Salah satu issu yang juga menarik dibicarakan adalah upaya pengindonesiaan baik istilah maupun pemrograman komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Pada tahap ini ditanamkan keuntungan keuntungan yang bisa diperoleh dengan adanya alat bantu komputer. Pemahaman dilakukan melalui contoh penggunaan program aplikasi untuk memperestasikan informasi seperti program pemroses kata, desktop publishing atau merancang dan menggambar menggunakan komputer (computer aided design). Karena sifat program program ini yang umumnya cukup mudah dioperasikan, perasaan takut untuk menghadapi komputer dapat dikikis sedikit demi sedikit dan diganti perasaan senang bekerja menggunakan komputer. Pada tahap ini, murid baru menerima komputer sebagai alat bantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  3. Khususnya untuk pelajar pelajar tingkat sekolah dasar atau menengah. Pemahaman pelajaran dapat dilakukan dengan bantuan komputer. Beberapa program aplikasi yang ada dapat digunakan keperluan tersebut. Sebagai contoh untuk pelajaran matematika program aplikasi simbolik matematik seperti MACSYMA [1] atau MAPLE [2] dapat digunakan. Contoh penggunaan ke dua program tersebut misalnya dalam pemfaktoran, penghitungan akar persamaan kuadratis maupun kubik, operasi matriks, solusi persamaan linear beberapa buah anu, kalkulus differensial dan integral. Hasil perhitungan tersebut dapat disajikan di kelas pada saat pengajar menerangkan beberapa topik misalnya, persamaan gerak lurus, rangkaian listrik, populasi penduduk, penghitungan bunga uang dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di samping itu, ada perangkat lunak lainnya untuk latihan soal bahkan untuk mensimulasi hukum-hukum alam (seperti fisika, kimia, biologi). Program semacam ini amat menarik untuk disajikan sebagai praktikum untuk memantapkan konsep hukum hukum alam yang disajikan dalam kelas. Sebagian program ini bahkan dapat diperoleh secara cuma cuma karena merupakan program untuk masyarakat umum (public domain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada tahap ini, cara berfikir murid ditingkatkan dibantuan komputer. Diharapkan murid-murid tersebut mampu berdiri sendiri dan mempunyai motivasi belajar yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  4. Tahap selanjutnya adalah mengembangkan kemampuan siswa untuk bekerja dan menganalisa masalah menggunakan komputer. Pada tahapan ini konsep konsep seperti basis data, aplikasi tabel (spread sheet) untuk membantu pemecahan masalah dapat diketengahkan. Kemampuan untuk meninjau informasi yang ada dan memformulasikan dalam program aplikasi yang digunakan dapat dikembangkan. Disini, murid-murid diberikan pengenalan secara umum perangkat yang ada di komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  5. Jika prasarana fisik memungkinkan, pada tahapan ini diketengahkan konsep bermasyarakat menggunakan komputer. Sarana fisik jaringan komputer mutlak diperlukan untuk memungkinkan hal ini terjadi. Konsep konsep untuk berdiskusi secara elektronik, tata cara yang digunakan, kemungkinan bekerjasama secara elektronis dapat dikembangkan disini. Tingkat ini mungkin akan berjalan baik pada tingkat mahasiswa universitas atau tingkat lainnya yang lebih tinggi. Kerjasama secara elektronis antar berbagai lembaga penelitian   industri   perguruan tinggi akan menjadi kenyataan disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  6. Pada tahap akhir, kemampuan untuk membuat sendiri program program yang dibutuhkan dapat dikembangkan. Teknik pemrograman yang baik, misalnya menggunakan sifat sifat yang modular, object oriented dsb. dapat diketengahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap tahapan di atas sifatnya berdiri sendiri walaupun satu tahapan merupakan kelanjutan tahapan yang lain. Setiap orang dapat berhenti pada setiap tahapan tergantung pada kebutuhannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6435882309479082343-7522941820970004172?l=prabancono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabancono.blogspot.com/feeds/7522941820970004172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2009/12/strategi-dalam-komputer-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/7522941820970004172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/7522941820970004172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2009/12/strategi-dalam-komputer-untuk.html' title='strategi dalam komputer untuk masyarakat'/><author><name>rendy prabancono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16106258996904051252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6435882309479082343.post-8798955988070198369</id><published>2009-12-27T04:45:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T05:04:22.566-08:00</updated><title type='text'>trend it dan elektronik transaksi</title><content type='html'>perkembangan dunia it semakin maju, dengan it segala informasi yang dinginkan dapat kita peroleh, contohnya adalah ketika kita ingin berbelanja tetapi malas untuk pergi cukup dengan elektonik transaksi kita pun dapat memperoleh barang yang kta inginkan.. ya inilah salah satu perkembangan dunia it dalam transaksi,,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6435882309479082343-8798955988070198369?l=prabancono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabancono.blogspot.com/feeds/8798955988070198369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2009/12/haki-dalam-dunia-it.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/8798955988070198369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/8798955988070198369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2009/12/haki-dalam-dunia-it.html' title='trend it dan elektronik transaksi'/><author><name>rendy prabancono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16106258996904051252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6435882309479082343.post-1976691201103056816</id><published>2009-12-27T04:43:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T04:45:42.918-08:00</updated><title type='text'>fraud IT...</title><content type='html'>Metode Pencegahan Fraud (Kecuranganga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Akuntansi Forensik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuntansi forensik artinya menggunakan keahlian akuntansi profesional terkait dengan proses pengadilan. Keahlian tersebut di antaranya penguasaan standar akuntansi dan audit, perhitungan keuntungan atau kerugian, penilaian aset, evaluasi pengendalian internal (internal controls), investigasi fraud (kecurangan), dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata forensik sendiri dalam ‘Black’s Law Dictionary’ artinya ‘digunakan dalam pengadilan hukum atau debat publik’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuntansi forensik tidak selalu sama konteksnya dengan pemeriksaan fraud. Ada kasus-kasus hukum yang melibatkan akuntansi forensik tapi tidak terkait dengan fraud, misalnya penilaian aset dalam sengketa yang dibawa ke pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Komputer Forensik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komputer forensik adalah metode pengambilan, penjagaan, dan pencarian bukti elektronik dalam suatu investigasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode komputer forensik semakin banyak digunakan seiring dengan berkembangnya jenis peralatan digital dalam kehidupan sehari-hari (komputer, PDA, handphone (HP), MP3 player, USB flash disk, cd, dvd, dll). Data elektronik dalam peralatan digital tersebut harus ditangani secara khusus karena karakteristiknya yang sensitif. Penanganan yang tidak tepat dapat mengakibatkan data menjadi rusak dan tidak terbaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengendalian internal (internal control)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internal control adalah suatu sistem yang diterapkan oleh manajemen yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, dipatuhinya kebijakan (policy) perusahaan, melindungi aset perusahaan, dan mencegah terjadinya fraud dan korupsi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6435882309479082343-1976691201103056816?l=prabancono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabancono.blogspot.com/feeds/1976691201103056816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2009/12/fraud-it.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/1976691201103056816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/1976691201103056816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2009/12/fraud-it.html' title='fraud IT...'/><author><name>rendy prabancono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16106258996904051252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6435882309479082343.post-3624951394096629687</id><published>2009-12-27T04:32:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T04:43:23.912-08:00</updated><title type='text'>tanggung jawab profesi</title><content type='html'>sebagai seorang it kita harus mempunyai tanggung jawab terhadap perkejaan yang kita lakukan, ya kita harus tau apa yang telah kita buat dan kerjakan,, siap menerima apapun konsekwensi nya,,&lt;br /&gt;tanggung jawab terhadap profesi merupakan hal yang wajib tidak hanya sebagai seorang it orang lain pun yang mempunyai perkerjaan juga harus mempunyai tanggung jawab&lt;br /&gt;nah.. tanggung jawab apa yang harus kita lakukan terhadap perkerjaan kita...?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6435882309479082343-3624951394096629687?l=prabancono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabancono.blogspot.com/feeds/3624951394096629687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2009/12/tanggung-jawab-profesi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/3624951394096629687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/3624951394096629687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2009/12/tanggung-jawab-profesi.html' title='tanggung jawab profesi'/><author><name>rendy prabancono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16106258996904051252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6435882309479082343.post-3620487100656891494</id><published>2009-12-27T04:17:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T04:31:15.003-08:00</updated><title type='text'>profesi it di masa depan</title><content type='html'>profesi it.. mungkin gak yh profesi IT di masa depan akan menjadi hal yang umum, yaitu generelasi dalam dunia it, sapa saja pun bisa mengendalikan komputer tanap perlu melihat latar belakang mereka yang gak selalu dari orang it..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tenang saja karna orang it juga punya karier yang lebih tinggi lahi yaitu sebagai seorang versatilis&lt;br /&gt;siapa itu versatilis? coba kita bahas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ada perubahan arah SDM TI seperti ini? Faktor terbesar adalah meningkatnya persaingan bisnis seiring dengan semakin kompleksnya perkembangan Teknologi Informasi sendiri. TI semakin dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan di berbagai bidang, diperlukan solusi multidisiplin, multiplatform dan sesuai dengan konteks permasalahan yang dihadapi. Disinilah Gartner menyebut istilah “IT versatilist”, yaitu orang-orang yang memiliki pengalaman, kemampuan menjalankan berbagai tugas yang beragam dan multidisiplin (versatile), dimana semua itu untuk menciptakan suatu pengetahuan (baru), kompetensi dan keterkaitan (context) yang kaya dan padu guna mendorong peningkatan nilai bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teknologi.jpgSifat sang versatilis adalah fleksibel terhadap teknologi, orientasi utamanya adalah untuk memberikan solusi sesuai requirement (kebutuhan) yang diminta oleh sang customer. Versatilis bukan seorang generalis yang mengenal semua bidang dan teknologi tapi hanya kulitnya (dangkal). Versatilis tidak terlahir tiba-tiba, tapi karena pengalaman matang menjadi seorang spesialis. Versatilis juga bukan spesialis yang hanya mengerti cakupan bidang yang sempit, meskipun dalam. Versatilis adalah seorang spesialis yang berpikir lebih luas, berwawasan, matang, penuh perhitungan, mengerti tentang bisnis, orientasi kerja untuk memberi solusi, mampu bekerjasama (membangun networking) dengan orang-orang TI lain maupun non TI, dan yang pasti tidak mengkotakkan dirinya pada sebuah teknologi, tool atau platform.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prediksi Gartner ini diperkuat oleh beberapa data, misalnya tentang 80% profesional TI di Amerika bekerja di perusahaan-perusahaan yang menerapkan TI, dan bukan perusahaan-perusahaan TI sendiri (hardware, software, service). Wajarlah seorang profesional TI dituntut untuk memiliki kemampuan verbal dalam menyampaikan konsep-konsep teknologi informasi dalam bahasa yang dimengerti oleh banyak orang. Inilah dia sang Versatilis!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6435882309479082343-3620487100656891494?l=prabancono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabancono.blogspot.com/feeds/3620487100656891494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2009/12/profesi-it-di-masa-depan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/3620487100656891494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/3620487100656891494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2009/12/profesi-it-di-masa-depan.html' title='profesi it di masa depan'/><author><name>rendy prabancono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16106258996904051252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6435882309479082343.post-2188347025525221053</id><published>2009-10-04T09:28:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T09:37:02.525-07:00</updated><title type='text'>komputer masa depan akan sepertia apa</title><content type='html'>menurut pendapat dan terawangan saya mungkin saja komputer masa depan akan semakin kecil mungkin saja bisa seukuran hand phone, &lt;br /&gt;karna dunia teknologi semakin maju terkadang hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin itulah teknologi,, ya.. ato bisa mungkin juga komputer di masa depan adalah sebuah robot yang terprogram bisa bergerak dan berbicara yang fungsinya membantu setiap tugas manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi mungkin kita lihat saja nantinya?? :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6435882309479082343-2188347025525221053?l=prabancono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabancono.blogspot.com/feeds/2188347025525221053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2009/10/komputer-masa-depan-akan-sepertia-apa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/2188347025525221053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/2188347025525221053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2009/10/komputer-masa-depan-akan-sepertia-apa.html' title='komputer masa depan akan sepertia apa'/><author><name>rendy prabancono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16106258996904051252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6435882309479082343.post-2105264806009212757</id><published>2009-10-04T09:18:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T09:24:59.388-07:00</updated><title type='text'>komputer berbasis DNA</title><content type='html'>Komputer berbasis DNA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;komputer dna mungkin merupakan komputer yang sangat canggih yang mungkin segala program nya akan menyeruapi mahluk hidup atau boleh di bilang mahluk hidup digital, komputer DNA saat ini mungkin dalam proses kelahirannya karena para ahli terus berusaha menciptakan komputer yang hebat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disini ada cerita dan kisah tentang komputer DNA, yang saya dapat dari beberapa sumber.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Komputer dan DNA… dua istilah yang biasanya dipergunakan dalam&lt;br /&gt;konteks yang sangat berbeda. DNA merupakan istilah favorit di dunia biologi dan&lt;br /&gt;genetik, sedangkan komputer justru populer dalam dunia informatika dan&lt;br /&gt;teknologi modern. Lalu apa hubungan antara keduanya? Siapa pula yang punya&lt;br /&gt;ide gila untuk membuat komputer DNA?&lt;br /&gt;Alkisah ada seorang ilmuwan komputer yang bekerja di University of&lt;br /&gt;Southern California, bernama Leonard M. Adleman. Suatu malam Adleman&lt;br /&gt;sedang asyik membaca buku biologi, Molecular Biology of the Gene, yang ditulis&lt;br /&gt;oleh James Watson, ahli biologi yang pernah memenangkan Nobel pada tahun&lt;br /&gt;1962 atas penemuan struktur DNA Double-Helix pada tahun 1953. Ia sangat&lt;br /&gt;terpesona dengan isi buku tersebut, sampai-sampai ia tidak bisa tidur malam itu.&lt;br /&gt;Bayangan rantai DNA yang berpilin terus saja mengusik pikirannya. Tiba-tiba&lt;br /&gt;Adleman lompat dari tempat tidurnya. Terjadi pencerahan! Ia menyadari sesuatu&lt;br /&gt;yang sangat menarik: Sel hidup manusia mengolah dan menyimpan informasi&lt;br /&gt;dengan cara yang sangat mirip dengan program komputer!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu juga Adleman langsung membuat sketsa penting tentang DNA&lt;br /&gt;Computer (Komputer DNA). Komputer yang kita kenal sehari-hari menggunakan&lt;br /&gt;data biner (binary data) untuk menyimpan dan mengolah informasi/perhitungan.&lt;br /&gt;Data biner ini merupakan sistem angka berbasis dua, yaitu 0 dan 1. DNA,&lt;br /&gt;singkatan dari Deoxyribosenucleic Acid, menyimpan dan mengolah informasi&lt;br /&gt;genetika manusia dalam molekul-molekul yang diberi kode huruf A, C, T, dan G.&lt;br /&gt;A merupakan inisial untuk Adenine, C untuk Cytosine, T untuk Thymine, dan G&lt;br /&gt;untuk Guanine. Adenine hanya bisa berpasangan dengan Thymine, Guanine hanya&lt;br /&gt;bisa berpasangan dengan Cytosine. Ini berarti bahwa jika ada satu rantai DNA&lt;br /&gt;yang memiliki kode AACTAGGTC maka pasangannya pasti TTGATCCAG.&lt;br /&gt;Kedua rantai itu akan berpasangan dan membentuk struktur berpilin yang kita&lt;br /&gt;kenal sebagai Double-Helix. Enzim dalam sel hidup membaca data-data genetik&lt;br /&gt;yang tersimpan dalam DNA (dalam bentuk kode A, C, T, G tadi) menggunakan&lt;br /&gt;cara yang sangat mirip dengan cara komputer membaca data biner. Analogi antara&lt;br /&gt;keduanya inilah yang dimanfaatkan dalam komputer DNA. Pada tahun 1994&lt;br /&gt;untuk pertama kalinya Adleman mempublikasikan perhitungan dasar komputer&lt;br /&gt;DNA dalam jurnal ilmiah Science. Sejak itu ilmuwan-ilmuwan seluruh dunia&lt;br /&gt;berbondong-bondong melakukan penelitian untuk mengembangkan komputer&lt;br /&gt;canggih yang sistemnya meniru dari sel makhluk hidup ini. NASA, Pentagon, dan&lt;br /&gt;banyak lagi lembaga dan agen federal berlomba-lomba mengucurkan dana untuk&lt;br /&gt;penelitian yang bisa menghasilkan DNA sintetik yang kemudian digunakan untuk&lt;br /&gt;penelitian yang berusaha mengembangkan sistem komputer masa depan ini.&lt;br /&gt;Adleman berhasil membuktikan pemikirannya bahwa DNA bisa&lt;br /&gt;‘berhitung’. Ia menggunakan masalah perhitungan matematika yang dikenal&lt;br /&gt;sebagai Travelling Salesman Problem (TSP), yaitu masalah klasik yang mencoba&lt;br /&gt;mencari rute terpendek yang bisa dilalui seorang salesman yang ingin&lt;br /&gt;mengunjungi beberapa kota tanpa harus mendatangi kota yang sama lebih dari&lt;br /&gt;satu kali. Jika jumlah kota yang harus didatangi hanya sedikit, misalnya hanya ada&lt;br /&gt;5 kota, maka permasalahan ini dapat dipecahkan dengan sangat mudah. Kita&lt;br /&gt;bahkan tidak memerlukan komputer untuk menghitungnya. Tetapi masalahnya&lt;br /&gt;jadi rumit jika ada lebih dari 20 kota yang harus didatangi. Ada begitu banyak&lt;br /&gt;kemungkinan yang harus dicoba dan diuji untuk menemukan jawabannya.&lt;br /&gt;Komputer DNA yang dibuat oleh Adleman berhasil memecahkan perhitungan ini&lt;br /&gt;dengan menggunakan 7 kota sebagai percobaan awal. Masing-masing kota dan&lt;br /&gt;semua kemungkinan rute dilambangkan oleh satu rantai DNA yang masingmasing&lt;br /&gt;memiliki kode yang spesifik. Semua rantai DNA ini kemudian direaksikan&lt;br /&gt;dan membentuk rantai double-helix secara alamiah. Rantai-rantai yang sudah&lt;br /&gt;berpasangan ini melambangkan semua kemungkinan rute. Untuk mencari rute&lt;br /&gt;yang benar, Adleman menambahkan enzim yang secara alamiah menghancurkan&lt;br /&gt;molekul yang melambangkan rute yang salah. Satu-satunya rantai yang tersisa&lt;br /&gt;adalah rantai yang melambangkan jawaban yang dicari, yaitu rute terpendek yang&lt;br /&gt;menghubungkan ketujuh kota tersebut tanpa harus melewati masing-masing kota&lt;br /&gt;lebih dari satu kali. Komputer DNA ciptaan Adleman berhasil menyelesaikan&lt;br /&gt;perhitungan TSP untuk 7 kota ini dalam waktu beberapa hari. Padahal komputer&lt;br /&gt;biasa yang kita gunakan sehari-hari bisa menyelesaikannya hanya dalam hitungan&lt;br /&gt;menit. Lho? Komputer masa depan tetapi justru kalah dengan komputer klasik?&lt;br /&gt;Jadi untuk apa para ilmuwan di seluruh dunia berlomba-lomba mengembangkan&lt;br /&gt;komputer DNA ini?&lt;br /&gt;Ada satu rahasia yang merupakan keunggulan utama komputer DNA.&lt;br /&gt;Enzim-enzim yang terlibat bekerja secara paralel. Komputer klasik membaca dan&lt;br /&gt;mengolah data secara linier (berurutan). Melibatkan data dalam jumlah besar,&lt;br /&gt;komputer klasik akan sangat kerepotan mengolah data-data yang luar biasa&lt;br /&gt;banyaknya. Proses perhitungan membutuhkan waktu sangat lama karena&lt;br /&gt;dilakukan satu per satu. Di sinilah keunggulan komputer DNA! Untuk jumlah data&lt;br /&gt;yang sangat banyak, komputer DNA dapat melakukan perhitungan jauh lebih&lt;br /&gt;cepat karena semua prosesnya dilakukan secara paralel (bersamaan). Ukuran&lt;br /&gt;molekul DNA yang sangat kecil juga merupakan keunggulan komputer masa&lt;br /&gt;depan ini. 1 gram DNA yang sudah dikeringkan memiliki kapasitas menyimpan&lt;br /&gt;informasi dalam jumlah yang sama dengan 1 trilyun CD (Compact Disc). Padahal&lt;br /&gt;1 gram DNA kering itu ukurannya hanya sebesar butiran gula pasir! Dengan&lt;br /&gt;semakin majunya perkembangan teknologi, jumlah data dan informasi pun&lt;br /&gt;semakin bertambah. Lama-kelamaan, data yang berlimpah ini tidak dapat lagi&lt;br /&gt;disimpan dalam memory chip komputer yang terbuat dari silikon seperti yang&lt;br /&gt;selama ini kita gunakan. DNA merupakan alternatif yang sangat menjanjikan.&lt;br /&gt;Lagipula, microprocessor yang kita gunakan dalam komputer klasik biasanya&lt;br /&gt;terbuat dari bahan-bahan yang bersifat racun sehingga mengotori udara dan&lt;br /&gt;lingkungan. Biochip (chip biologis) yang terbuat dari DNA merupakan teknologi&lt;br /&gt;yang ‘bersih’. Kita juga tidak akan pernah kehabisan DNA selama masih ada selsel&lt;br /&gt;makhluk hidup. Ini menjadikannya sumber daya yang sangat murah.&lt;br /&gt;Dalam beberapa tahun terakhir teknologi komputer DNA menunjukkan&lt;br /&gt;perkembangan yang sangat menggembirakan. Komputer DNA buatan Adleman&lt;br /&gt;mereaksikan cairan DNA dalam tabung-tabung reaksi. Pada bulan Januari 2000&lt;br /&gt;jurnal ilmiah Nature mempublikasikan keberhasilan para ilmuwan di University of&lt;br /&gt;Wisconsin di Madison yang melekatkan DNA pada permukaan padat gelas dan&lt;br /&gt;emas. Ini berarti komputer DNA dapat dibuat dalam bentuk chip padatan yang&lt;br /&gt;mirip dengan chip komputer konvensional. Pada tahun 2001, seorang ilmuwan&lt;br /&gt;dari Weizmann Institute of Science di Israel, Ehud Shapiro, mendapatkan paten&lt;br /&gt;atas komputer DNA yang dibuatnya. Komputer DNA buatan Shapiro ini hanya&lt;br /&gt;terdiri dari satu tetes air saja. Komputer terkecil di dunia ini menggunakan&lt;br /&gt;molekul-molekul DNA dan enzim-enzimnya dalam satu tetes air tersebut sebagai&lt;br /&gt;sarana input (masukan data), output (keluaran data), software (perangkat lunak),&lt;br /&gt;dan hardware (perangkat keras). Pada bulan Februari 2003, penemuan ini&lt;br /&gt;akhirnya tercatat dalam Guinness World Records sebagai ‘The Smallest Biological&lt;br /&gt;Computing Device’ atau Komputer Biologis Terkecil di Dunia. Hebatnya lagi,&lt;br /&gt;komputer super mini ini memiliki kecepatan 100.000 kali lebih cepat dari&lt;br /&gt;komputer konvensional tercanggih yang ada saat ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : yohanes surya&lt;br /&gt;wikipedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;analogi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;prototype&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olympus Optical Co., Ltd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2002 para ilmuwan di Institut Sains Weizmann di Rohort, Israel, berhasil untuk pertama kalinya mengaplikasikan molekul-molekul DNA sebagai komputer atau yang disebut dengan komputer DNA atau komputasi DNA. Komputer berbasis DNA ini tidak seperti komputer-komputer pada umumnya yang menggunakan lempengan silikon (silicon chips) sebagai prosesornya melainkan menggunakan molekul-molekul biokimia DNA yang “hidup”. Bentuk fisik dari komputer ini, percaya atau tidak, masih sangat mentah dan “asal-asalan” yaitu berupa cairan yang berada di dalam tabung reaksi. Belum ada monitor yang menghubungkan prosesor DNA tersebut untuk melihat hasilnya seperti monitor yang kita lihat sekarang ini. Namun begitu, ilmuwan2 di Institut Sains Weiszmann berhasil mengamati bahwa molekul2 DNA tersebut telah berhasil melakukan komputasi seperti yang diharapkan.&lt;br /&gt;Teknologi komputer berbasis DNA ini memang masih dalam tahap kelahirannya. Namun para ahli di Institut Weiszmann telah bisa mengamati bahwa komputer DNA ini mempunyai kecepatan 300 triliun operasi per detik atau kira2 100.000 kali lebih cepat dari PC termodern zaman sekarang dan kemungkinan dapat lebih cepat lagi jika berhasil direkayasa. Sekarang apa yang menyebabkan para ahli yakin akan kemampuan komputer DNA ini?&lt;br /&gt;Semua ini berawal dari motto “back to the nature“. Komputer DNA ini sebenarnya sudah lama terdapat di alam. Kita tidak menyadari bahwa tubuh kita adalah sebuah komputer digital yang luar biasa. Bukan hanya tubuh kita yang mengandung “komputer digital” ini, tapi juga seluruh makhluk hidup. Namun, sayangnya hingga kini manusia masih belum sanggup “memprogram” makhluk hidup untuk melakukan komputasi. Misalnya, manusia masih belum mampu untuk memprogram sebuah pohon atau tanaman untuk melakukan kalkulasi matematika.&lt;br /&gt;Komputer DNA yang diciptakan di Institut Sains Weiszmann ini memang masih banyak kelemahannya dan tentu saja masih terhitung primitif jika dibandingkan dengan “komputer alami” yaitu manusia dan makhluk2 lainnya (jangan salah, binatang2 walaupun tidak “berotak” namun dalam dunia binatang banyak terdapat sensor-sensor yang sangat canggih yang memerlukan “komputasi” yang luar biasa yang belum bisa ditiru oleh teknologi manusia), namun aplikasi komputer DNA ini sebuah langkah maju menuju penciptaan komputer yang “mirip” makhluk hidup atau biokomputer.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6435882309479082343-2105264806009212757?l=prabancono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabancono.blogspot.com/feeds/2105264806009212757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2009/10/komputer-berbasis-dna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/2105264806009212757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/2105264806009212757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2009/10/komputer-berbasis-dna.html' title='komputer berbasis DNA'/><author><name>rendy prabancono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16106258996904051252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6435882309479082343.post-6592991314171552337</id><published>2009-10-04T08:47:00.001-07:00</published><updated>2009-10-04T08:50:18.285-07:00</updated><title type='text'>kemana setelah menjadi sarjana  IT</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPersonal%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPersonal%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPersonal%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:.5in; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:.5in; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:2110461672; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:704158292 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kemana setelah menjadi sarjana IT&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Keputusan yang sulit ketika saat memulai kuliah, saya harus memilih jurusan apa yang akan saya ambil, tapi dengan segala keputusan yang telah saya yakini akhirnya saya memilih ilmu computer sebagai pilihan saya ,saya memfokus system informasi sebagai jurusan saya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di system informasi universitas mercu buana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan tempat sya untuk menimba ilmu agar menjadi seorang yang sukses di masa depan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apa yang saya inginkan setelah menjadi sarjana IT nanti:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Saya ingin menjadi seorang pemimpin di sebuah perusahaan seorang manager dan jika perlu seorang direktur utama, dengan menguasai system informasi dan management&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Memang langkah mengejar cita-cita saaya ini tidak mudah karena tidak ada seorang pun yang begitu berkerja langsung menjadi pemimpin di suatu perusahaan yang besar, tetapi itu adalah tahapan atau sebuah proses untuk menuju sebuah puncak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi, sesungguhnya keinginan terbesar saya adalah ingin menjadi seorang enterupner muda yang sukses, saya ingin sekali mandiri dengan menciptakan berbagai bidang lapangan kerja, setidaknya dengan ini saya pun turut membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja untuk masyrakat Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Semoga cit-cita saya ini berhasil… amien&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6435882309479082343-6592991314171552337?l=prabancono.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabancono.blogspot.com/feeds/6592991314171552337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2009/10/kemana-setelah-menjadi-sarjana-it.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/6592991314171552337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6435882309479082343/posts/default/6592991314171552337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabancono.blogspot.com/2009/10/kemana-setelah-menjadi-sarjana-it.html' title='kemana setelah menjadi sarjana  IT'/><author><name>rendy prabancono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16106258996904051252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
